Gunakan kalkulator kuota S Pass dengan sektor dan catatan tenaga kerja terkini perusahaan. Estimasi kuota pekerja asing bergantung pada hitungan lokal, izin yang telah diterbitkan, dan IPA yang dimasukkan di atas. Periksa kuota Work Permit dan setiap subkuota yang berlaku sebelum memutuskan perekrutan.
Contoh Perhitungan: Sektor Jasa
Misalkan perusahaan Jasa memiliki hitungan LQS 13. Perusahaan memiliki empat Work Permit dan satu S Pass yang telah diterbitkan, serta satu Work Permit disetujui yang izinnya belum diterbitkan. Angka ini dibuat untuk ilustrasi. Gunakan catatan aktual perusahaan Anda sendiri.
Batas gabungan pekerja migran adalah 13 × 7/13 = 7. Lima izin yang diterbitkan menggunakan lima tempat tersebut. Setelah memperhitungkan satu IPA, perkiraan kapasitas tambahan adalah 7 − 5 − 1 = 1.
Periksa subkuota S Pass secara terpisah. Total tenaga kerja dari data ini adalah 13 + 4 + 1 = 18; IPA yang izinnya belum diterbitkan tidak termasuk. Rumus di atas menghasilkan (18 + 1) × 10% = 1.9. Bulatkan ke bawah menjadi satu S Pass. Karena perusahaan sudah memilikinya satu, data saat ini tidak menunjukkan tambahan tempat S Pass.
Tempat kosong gabungan tidak menentukan setiap kategori izin. Periksa ketentuan negara asal, pekerjaan, dan pemberi kerja lainnya untuk Work Permit yang direncanakan. Subkuota PRC atau NTS termasuk dalam batas gabungan, bukan menambah tempat.
Izin yang diterbitkan, perubahan hitungan lokal, atau posisi IPA berbeda dapat mengubah estimasi. Hitung ulang setelah perubahan, termasuk setelah izin IPA diterbitkan. Periksa catatan MOM terkini sebelum mengajukan permohonan. Contoh ini tidak memberikan kuota atau menyetujui permohonan, dan tidak menghitung tagihan pungutan.